Anchor Point : Menjangkar Konsistensi, Meraih Prestasi


Semoga Anda mengingat sebuah alat yang Anda pelajari kegunaannya pada mata pelajaran Matematika. Alat ini memiliki dua kaki. Kaki pertama dilengkapi semacam jarum yang berfungsi sebagai titik pusat / poros saat alat ini digunakan. Kaki kedua dilengkapi dengan pensil untuk menggambar pola yang ajeg melengkung.

Yuph.. tepat…tidak salah
alat ini bukan jangkar..
ini yang disebut jangka

Tapi abaikan..
Kita sedang akan bahas tentang anchor yang secara bahasa berarti jangkar.

Tapi sayang lagi bukan jangkar untuk kapal yang akan dibicarakan.
anchor yang ini tentu saja akan terkait dengan archery.

Archery, panahan, merupakan olahraga ketepatan. Dan tentu saja konsistensi menjadi satu hal WAJIB yang harus diupayakan.

Seperti halnya jarum pada alat jangka menjadi titik poros sehingga kaki pensil bisa secara konsisten menggambar kurva yang ajeg lengkungnya sehingga membentuk lingkaran. Anchor point juga satu hal yang menjadikan tembakan Anda menjadi ajeg (konsisten)

Lihatlah seorang archer yang sedang menarik penuh string busurnya (full drawing). Menyejajarkan antara lengan dan bahu untuk menahannya dengan kuat. Tangan yang hendak digunakan untuk release diletakkan di tempat pada bagian wajah secara konsisten. Inilah yang dinamakan anchoring (melakukan anchor)

Perhatikan. Anda akan melihat bahwa beberapa bagian string bertemu, menempel dengan wajah archer kan?

Nahh.. ituuu..
Titik-titik temu antara string dan bagian wajah itu yang dimaksud dengan anchor point. Dan hal demikian itu pasti dialami ketika penarikan penuh (full draw)

Anchor point adalah HAL SANGAT SANGAT PENTING.
Mengapa? karena dengan memiliki SATU PATOKAN yang AJEG / TETAP ketika drawing berarti memungkinkan Anda untuk konsisten dalam aiming (membidik). Tanpa anchor point, ini bisa jadi sangat mustahil untuk konsisten mencapai target.

Lalu bagaimana sebenarnya anchor point yang tepat?
Anchor point yang tepat yaitu anchor yang memenuhi 3 hal : stabil (mudah diidentifikasi), nyaman, dan bisa diulang pada tiap shot. Tidak ada anchor yang salah. Seorang archer perlu terus berlatih menemukan anchor yang pas untuk dirinya. Natural.

Meski demikian berikut semoga akan membantu Anda untuk mengenali anchor personal Anda nantinya :

  1. Anchor Point Sudut Bibir
  2. Anchor ini bisa dikata yang paling sering dipake terutama oleh pemula. Selain mudah untuk diingat juga karena jarak target yang disasar juga pendek.

    Di saat drawing, tangan archer menarik string dan menahannya di bagian samping wajahnya. Ujung (lipatan/buku) jari telunjuknya HARUS menyentuh ujung bibir. Sedang sisanya menutup/menempel pada tulang pipi. Karenanya sering juga disebut sebagai anchor pipi.

    Kesalahan yang sering dilakukan pemula ketika melakukan anchor ini yaitu mengambang, dimana tangan penahan yang berfungsi sebagai anchor sedikit atau bahkan tidak bersentuhan dengan wajah.

    Jadi TUGAS UTAMA yang perlu diperhatikan pemula yaitu memastikan :

    – Tangan BENAR-BENAR menempel pada wajah
    – Ujung lipatan buku jari telunjuk berada di ujung sudut bibir
    – Selebihnya bagian lain dari jari telunjuk berada di sekitar tulang pipi

    Anchor ini juga digunakan oleh archer barebow. Pemanah tradbow mungkin juga menggunakannya untuk jarak pendek.

  3. Anchor Point Tulang Rahang
  4. Anchor ini ada juga yang menyebutnya sebagai anchor olympic. Disebut demikian mungkin karena banyak atlit pemanah recurve di kejuaraan olimpiade menggunakan anchor ini.

    Anchor ini memungkinkan untuk memberi beberapa titik referensi ketepatan anchor. Selain posisi tangan yang berada di bawah dagu, juga bagian string yang bersinggungan dengan bibir dan hidung.

    Seperti halnya yang dilakukan oleh Ki Bo-bae, pemanah wanita asal Korsel peraih medali Emas di olimpiade. Dia menggunakan anchor di bawah dagu yang mana titik-titik referensinya ada pada ujung hidung, bagian tengah bibir, dan juga bawah dagunya.

    Titik referensi pada hidung akan menjaga posisi kepala archer selalu konsisten.

    Saat melakukan anchor ini, kepala archer akan sedikit lebih naik daripada ketika menggunakan ancher pipi. Karena ketika melepaskan string (release), jemari harus bergeser bebas ke belakang sembari meninggalkan string.

    Ketika dagu dalam posisi rendah, jemari akan menunggangi garis tulang rahang. Hal ini akan menyulitkan jemari melakukan release dengan mulus.

  5. Anchor Point untuk Compound bow
  6. Pada compoundbow, kebanyakan archer menggunakan alat bantu release (release aid). Anchor point yang biasa dijadikan referensi selain ujung hidung juga sudut bibir. Dan untuk membantu koreksi letak anchor pada sudut bibir ini ada alat bantu yang dipasangkan pada string yang disebut kisser button.

    Karena selisih sedikit saja pada anchor point akan berakibat selisih besar pada hasil tembakan compoundbow, maka ada 4 HAL yang saling terkait yang musti diperhatikan pada anchor untuk pemanah compound :

    • 1 Tulang bertemu Tulang
    • Tulang adalah hal yang paling bisa DIRASAKAN sehingga mudah untuk membuat sentuhan yang konsisten. Pada poin ini yang dimaksud adalah bertemunya tulang tangan dengan tulang wajah.Penempatan anchor tentu disesuaikan dengan jenis alat bantu release yang dipakai.

      Untuk tipe “wrist-strap release”, ibu jari dipertemukan dengan tulang rahang. Sedangkan pada tipe “handheld release”, area “V” (yang terbentuk oleh jari telunjuk dan jari tengah) diletakkan di atas tulang rahang.

    • 2 dan 3 Sentuhan String pada hidung dan bibir
    • Persentuhan string dengan ujung hidung dan sudut bibir ini akan membantu mengontrol posisi kepala archer, sehingga dapat membidik (aim) secara konsisten.

    • 4 Penyelarasan Peep Sight
    • Bulatan kecil seperti donat yang diselipkan pada string adalah yang dimaksud dengan peep sight. Fungsinya sebagai tempat mengintai archer.

      Ketika pandangan archer melalui peep sight ini bisa selaras, sejajar dengan sight, pastinya akan menambah akurasi. Dan ini ibarat mengunci 3 hal sebelumnya. Saat peep sight dan sight sejajar, berarti 3 hal sebelumnya sudah berada pada titik yang tepat.

      Dengan kata lain, peep sight adalah pengunci dari 3 titik anchor : tulang jari bertemu dengan tulang wajah, string dengan ujung hidung dan bibir. Archer compound perlu menemukan anchor yang tepat dan nyaman untuk dirinya terlebih dahulu sebelum memasang peep sight. Dan tentu dalam prosesnya diperlukan seorang pelatih yang membantunya mengamati, menilai, dan mengoreksi.

Yang jelas bentuk wajah itu beragam, jadi tidak ada 2 anchor yang benar-benar persis sama. Dengan mengikuti sedikit panduan di atas dan mencari pelatih yang qualified, in sya Allah Anda akan menemukan anchor point yang konsisten.

Di BOSS Archery School (BAS) in sya Allah Anda atau putra-putri Anda akan menemukan pelatih yang qualified. Bukan hanya karena memiliki sertifikat pelatih internasional dari Kim Archery School (Korsel). Juga praktisi panahan dengan sederet prestasi dalam dan luar negeri.
***

BOSS Archery
Suplier Panahan Terlengkap dan Terpercaya.
FP : BOSS Archery
IG : @BOSSArchery
Web : www.BOSS.web.id
WA : 0812-7070-4456 [Klik nomor untuk chat langsung via WA]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *