BAHU NAIK saat nge-shoot? Begini cara memperbaikinya


Memanah akan sangat menyenangkan ketika 3 hal ini didapatkan oleh seorang archer :

  1. Nge-shot lebih lama.
  2. Archer yang sudah addict [bukan sekedar archer pekanan yang sekali sepekan saja latihan, apalagi archer musiman yang tetiba muncul saat jelang kompetisi], bakalan betah berlama-lama nge-shot demi memastikan hasil terbaik pada tiap sesi latihannya.

    Dan bisa nge-shot lebih lama juga penting terlebih ketika ingin mengikuti beberapa kelas dalam suatu kejuaraan panahan yang kebetulan jadwalnya di hari yang sama hanya beda waktu saja.

  3. Bisa nge-shot dengan beban DW yang lebih besar.
  4. Dengan beban DW lebih besar seorang bisa nge-shot di jarak yang lebih jauh.

    Dengan beban DW yang lebih besar akan menghasilkan lesatan arrow yang lebih lurus dan stabil.

  5. Terhindar dari resiko cedera otot.
  6. Tentu saja tidak ada yang menginginkan kesenangan berakhir gegara drama bernama cedera. Nyeri euy…

    Lagian klo udah cedera otot akan perlu waktu untuk pemulihan. Dan ini tentu saja berarti menghalangi kita bersenang-senang lebih lama kan?

Sudah pernah dibahas bahwa panahan bukan sekedar soal alat. Panahan juga soal bio-mekanis tubuh archer. Semakin selaras form (posisi) tubuh saat nge-shot, semakin efisien dalam banyak hal :

  • Efisien dalam gerakan tubuh sehingga terhindar dari gerakan yang tidak berguna atau bahkan berpengaruh buruk pada hasil shot.
  • Efisien dalam pemanfaatan tenaga tubuh ketika drawing.
  • Efisien dalam memaksimalkan hentakan tenaga Draw Weight (DW) saat release.
  • dll.. dll…

Efisiensi tersebut dapat terwujud ketika archer menyelaraskan keseimbangan beban di sepanjang kerangka-kerangka tulang tubuhnya, bukan otot.

Dan bagian bahu depan yang terlalu tinggi menjadi masalah umum pada archer pemula, beberapa pemanah lanjut juga (tingkat lanjut maksudnya, boleh jadi yang lanjut usia juga.. hehe #peace ya ).

Saat bahu terlalu tinggi maka kekuatan busur akan mendorong balik ke arah archer. Posisi ini melemahkan posisi archer dan memperpendek Draw Length (DL).

Efek dominonya, akan mengurangi tenaga potensial dari DL yang semestinya sehingga hentakan tenaga yang dialirkan ke arrow menjadi berkurang. Dan tentu saja hasil shot akan sulit dikendalikan.

Perihal bahu naik ini bisa dicek saat praktis fulldraw. Idealnya, bahu depan akan membentuk garis relatif lurus pada bagian atas kedua bahu untuk menyelaraskan kedua tulang.
***

Setidaknya ada 5 cara untuk memperbaiki problem “bahu naik” ini :

  1. Archer musti lebih kuat.
  2. Ini bukan berarti Anda hanya nge-shot lebih banyak arrow. Tentu saja itu akan menjadikan Anda lebih kuat, tapi jarang sekali bisa mengatasi problem “bahu naik”.

    Alih-alih memperbanyak jumlah arrow yang ditembakkan, akan lebih baik jika Anda memahami fungsi setiap otot yang mendukung saat nge-shot dan fokus latihan pada otot-otot tersebut.

    Menjaga bahu depan ke bawah akan melibatkan otot pectoral (dada), lattisimus dorsi, dan serratus anterior (lihat gambar). Fokus penguatan pada otot-otot ini dapat mengurangi kecenderungan archer untuk melengkungkan punggung, yang mana membuat dada terangkat dan memaksa bahu naik.

  3. Mengurangi DW busur.
  4. Jika cara sebelumnya dilakukan dengan pendekatan melatih otot, cara berikut dengan penyesuaian busur. Intinya memberikan keluasaan untuk terbiasa dengan bahu depan yang rendah. Setelah terasa alamiah saat melakukannya, DW dapat ditingkatkan secara perlahan selama beberapa minggu atau bulan sembari memantau bahu depan.

  5. Merubah set-up ketika hendak shot.
  6. Mengatur bahu ketika sedang dalam tekanan biasanya lebih sulit daripada mengaturnya lebih awal saat tidak didorong.

    Mempersingkat pre-draw dapat membuat archer mengatur bahunya ke posisi lebih rendah untuk penyelarasan form yang lebih baik. Caranya, tarik arrow sekitar 1/3 – 1/2 dari DL sebelum mengangkat busur. Ini akan mengurangi beban bahu depan sehingga memungkinkan Anda mengaturnya dengan benar.

  7. SCOOPING (gerakan menyekop).
  8. Lakukan dengan cara mendorong lengan depan lurus menjauhi Anda pada sudut 45 derajat ke bawah, dan segera angkat busur ke posisi pre-draw. Gerakan ini meniru gerakan menyekop sesuatu dengan lengan depan, yang membantu mengatur bahu depan lebih rendah.

  9. Metode lainnya adalah dengan berpikir mendorong lengan depan Anda ke arah target sambil mendorong ketiak ke bawah pada sudut 45 derajat dari tubuh Anda.
  10. Archer biasanya melakukan hal ini sambil memasang posisi anchor dan mempertahankannya hingga release. Jadi alih-alih berusaha statis, lengan depan Anda paksa untuk “melawan”.

***

Mengatur bahu depan membutuhkan waktu dan usaha. Ketahui batas kekuatan kita dan jangan sampai melewati tahapan saat memperbaiki masalah ini.

Video akan sangat membantu Anda mendapatkan umpan balik untuk mengetahui progres dari latihan Anda. Beberapa smartphone bahkan memiliki fitur delay saat pemutaran video sehingga tidak perlu menonton seluruh rekaman.

Jika Anda bersabar dan bersungguh-sungguh, Anda akan dapat memperbaiki masalah bahu depan. Setelah itu, Anda dapat menikmati nge-shot dengan bebas rasa sakit dan menyenangkan.
***

BOSS Archery
Suplier Panahan Terlengkap dan Terpercaya.
FP : BOSS Archery
IG : @BOSSArchery
Web : www.BOSS.web.id
WA : 0812-7070-4456 [Klik nomor untuk chat langsung via WA]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *